Aku harus bagaimana lagi ketika engkau secara terus terang menyatakan " aku dan dia masih saling menyayangi"
Engkau dengan bangga dan lantang menceritakan bagaimana pola yg dilakukan olehnya untuk membuatmu sampai saat ini masih mengharapkan hubunganmu dulu bisa kembali utuh. Lalu aku ? Tak mampu melakukan itu.
Hubungan yg terjalin ketika engkau di hianati oleh seseorang yg kau perjuangkan mati matian hingga sakit hati itu masih menancap dg jelas perihnya, saat itu dia datang dengan segala kemampuan ngemongnya hingga membuatmu melepaskan semua rasa sayangmu dengan benar benar penuh untuknya.
Sangat terasa Sisa sisa sayangmu itu sengaja kau pupuk dan kau jaga tanpa atau dg melirik perasaan orang yg memperjuangkanmu
Aku sadar tuhan yg berhak membolak bolak balikan hati makhluknya, tp aku tidak lupa Dia tidak akan memberikan rasa itu tanpa ada usaha, usahamu kepadanya jujur membuat hati tersayat perih.. wajar jika itu aku rasakan. Tapi tidak wajar ketika aku memaksakan rasa itu kau rasakan padaku.
Tapi ada hal yg membuatku bersyukur ketika engkau tanpa sekat melepas semua opini hatikecilmu. Lalu apalagi yg aku cari ketika engkau mempercayakan segala hal yg itu tidak kau berikan kepada yg lain? Termasuk orang yg kau sayangi itu!
Dan aku yaqin ini adalah porsi dari tugas mu untuk membuatku lebih tangguh
Ah.. sudahlah... ini hanya coretan untuk latihanku menkonsep tulisan.
[(Aku seneng awakmu. (Dibaca titik)]
Kamis, 16 Juni 2016
Dibaca titik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar