Minggu, 17 Juli 2011

Tips 1 Percaya diri dan berfikir positif
Tidak ada manusia yang sempurna sehingga jangan pernah harapkan kesempurnaan itu datang. Berfikirlah bahwa kita akan mendapat pengalaman baru dan yakinlah bahwa semua orang juga akan mengalami kepanikan yang sama seperti anda, so think positive.

Tips 2 Persiapan yang cukup
Kuasai materi dan latihlah berbicara (bukan membaca), jika perlu lakukan didepan cermin sehingga anda langsung mendapat umpan balik. Jangan lupa siapkan property yang menunjang seperti infocus, layar, atau apapun yang bisa membuat presentasi anda menjadi lebih efektif.

Tips 3 Buat diri anda nyaman
Perhatikan benar penampilan anda, pastikan bahwa anda merasa nyaman dengan penampilan anda.

Tips 4 Senyum
Senyum akan mencairkan ketegangan dan juga membuat keakraban, sapalah audience dengan salam yang hangat dan tulus.

cara ampuh mengatasi grogi


1.      

Papahami bahwa perasaan grogi adalah energi positif Apa yang anda rasakan saat grogi? Dada berdebar-debar, keringat dingin mengucur, bibir bergetar, dan darah seolah mengalir lebih cepat. Pahami bahwa semua itu adalah sebuah dorongan energi yang meluap dari dalam diri anda. Tidak ada yang salah pada energi itu. Ia perlu disalurkan secara positif. Ia semestinya menjadi bahan bakar yang mendorong presentasi anda lebih baik. Anda bisa menggunakan energi itu untuk memantapkan penampilan anda.

2. Bersikaplah nothing to loose. Keinginan kita untuk bersikap sebaik-baiknya mendorong munculnya perasaan grogi. Secara negatif, pikiran kita biasanya terbebani oleh ketakutan untuk membuat kesalahan, kekhawatiran akan gagal, kecemasan bila melakukan kekonyolan, dan berbagai bayangan-bayangan negatif lainnya. Sebelum anda bisa menggunakan energi grogi itu secara positif, maka terlebih dahulu anda harus menetralisir emosi-emosi negatif tersebut. Bersikaplah "nothing to loose"; tak sesuatu yang patut kita takutkan. Bila toh kita gagal, maka tidak sesuatu yang harus menjadikan kita begitu kehilangan.

3. Tenangkan diri anda. Sementara anda menunggu giliran, atur nafas anda. Tarik nafas dalam-dalam, keluarkan lambat-lambat. Keluarkan energi yang meletup-letup dalam dada anda melalui hembusan nafas yang teratur. Tenangkan pikiran dan emosi anda. Bila perlu pejamkan mata. Kumpulkan energi itu sebaik-baiknya. Jangan biarkan mengganggu ketenangan jiwa anda.

4. Kerahkan energi anda. Kerahkan energi anda. Lepaskan energi itu dari "kekangannya". Bila para audiens memberi appalus pada pembicara sebelum anda, maka kerahkan energi anda dengan memberikan applaus yang tak kalah meriah. Berdirilah dengan sigap. Berjalanlah dengan tegap dan mantap. Bila perlu hembuskan nafas lepas sambil berteriak kecil, "yes". Atau turut bertepuk tangan menyambut applaus dari audiens. Lakukan apa-apanya dengan sikap tegas. Biarkan energi itu mengalir dalam gerakan anda.

5. Berbicaralah dengan keras dan lantang. Bila anda berbicara lambat, maka bibir anda akan semakin gemetar, suara anda pun bergetar. Salurkan rasa grogi anda melalui suara anda yang keras dan lantang. Suara keras anda bukan hanya dapat mengatasi kecemasan, namun juga sarana menyalurkan energi tersebut. Ada baiknya anda menghafal teks pertama anda namun tetap bersikap wajar.

6. Diam. Anda dapat menyalurkan ketegangan dalam diri anda pada para audiens, yaitu dengan memulai presentasi anda dengan diam beberapa detik. Biarkan ketegangan anda terserap dan jadi ketegangan audiens. Bila anda merasa ketegangan di audiens sudah cukup meninggi, mulailah presentasi anda dengan sebuah pembukaan yang kuat, tajam dan lantang.

7. Lontarkan humor yang wajar. Lenturkan kegugupan anda dengan sebuah humor yang wajar. Anda memang perlumerencanakannya dengan baik, namun jangan sampai kehilangan spontanitas.Dan, humor terbaik yang tidak akan melukai perasaan siapa pun 










Jumat, 15 Juli 2011

keamanan di mangressa


KEAMANAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1
secara umum bertujuan untuk mengetahui praktek keamanan pangan penjual makanan jajanan pada sekolah di wilayah gresik. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini yaitu (1) Mempelajari karakteristik penjual makanan; (2) Mempelajari profil makanan yang dijual di sekolah; (3) Mempelajari pengetahuan gizi dan keamanan pangan serta sikap penjual makanan di sekolah terhadap gizi dan keamanan makanan; (4) Mempelajari praktek keamanan pangan penjual makanan di sekolah (termasuk praktek penggunaan Bahan Tambahan Pangan [BTP]); (5) Menganalisa hubungan antara karakteristik individu, pengetahuan dan sikap terhadap praktek keamanan pangan penjual.
pada bulan Mei hingga Juli 2011. Penentuan contoh dan lokasi dalam penelitian dipilih secara purposive dengan persyaratan sebagai berikut: 1) mempunyai kantin sekolah, 2) komitmen dari pihak sekolah, dan 3) mendapatkan rekomendasi dari kantor Dinas Pendidikan setempat. Dari ketentuan tersebut dipilih empat MAN GRESIK 1 yang terdiri dari dua sekolah terakreditasi A dan dua sekolah di terakreditasi B. Sekolah yang menjadi tempat penelitian berada di kota dan kabupaten gresik
Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara dan pengamatan langsung dengan menggunakan kuesioner. Data primer meliputi karakteristik contoh, profil produk, fasilitas dan peralatan, pengetahuan dan sikap terhadap gizi dan keamanan pangan serta praktek keamanan pangan penjual (higiene penjual, penanganan dan penyimpanan makanan/minuman, sarana dan fasilitas, pengendalian binatang pencemar, sanitasi tempat dan peralatan serta aplikasi penggunaan BTP). Data sekunder meliputi profil sekolah bersangkutan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif menggunakan microsoft Excell 2003 dan SPSS 11.5 for windows. Hubungan antar variabel dianalisa dengan menggunakan uji korelasi Pearson sedangkan perbedaan antar variabel dianalisa menggunakan uji beda t (Idenpendent sample t-test).
sistem keamanan sekolah :
> Sudah saatnya sekolah mempunyai sistem pengamanan yang lebih baik,
> beberapa kasus pencurian sarana pendidikan yang sering terjadi di
> sekolah, lebih dikarenakan lemahnya sistem keamanan yang ada. Sistem
> keamanan sekolah yang baik akan mendukung terselenggaranya proses
> pembelajaran dengan aman & nyaman.
> Meskipun banyak sekolah telah memiliki system pengamanan yang dapat
> melindungi asset yang ada, meningkatnya penggunaan teknologi
> informasi dalam pendidikan menimbulkan berbagai titik kelemahan, baik
> eksternal maupun internal. Hal ini berisiko terhadap komunitas
> sekolah sendiri sebagai penyelenggara pendidikan.
> Berikut adalah pendekatan yang dapat dipakai dalam mengidentifikasi
> kelemahan potensial untuk menentukan system pengamanan yang harus
> dilakukan.
> Pertama, definisikan kebijakan keamanan sekolah. Sebuah pengelolaan
> keamanan yang baik dimulai dengan penyusunan Kebijakan Keamanan
> secara tertulis yang menggariskan seluruh persyaratan keamanan untuk
> memenuhi kepatuhan, standar dan tujuan sekolah.
> Kedua, tunjuk penanggung jawab keamanan. Siapa yang memiliki
> informasi di sekolah? adalah penting untuk menunjuk seseorang di
> lingkungan sekolah yang bertanggung jawab kepada tim komite sekolah
> untuk menegakkan dan mempromosikan keamanan di seluruh bagian
> organisasi.
> Ketiga, inventarisasikan aset informasi. Sekolah harus menyusun
> daftar aset informasi yang dimilikinya, termasuk peranti lunak,
> perlengkapan komputer, database, dan file-file, dan mendokumentasikan
> lokasinya, klasifikasi keamanannya dan pemilik internalnya.
> Keempat, seleksi staf kunci. Melindungai diri dari ancaman keamanan
> internal sama pentingnya dengan melindungi diri dari ancaman
> eksternal. Tindakan pencegahan meliputi pengecekan latar belakang
> pekerja yang memiliki akses terhadap data-data penting yang dimiliki
> sekolah.
> Kelima, lindungi aset sekolah secara fisik. Hal ini akan memberikan
> tingkat keamanan yang lebih tinggi karena selalu terjaga selama 24
> jam.
> Keenam, kembangkan rencana kelangsungan bisnis sekolah. Apakah Anda
> dapat pulih dari bencana kebakaran, banjir, virus komputer atau
> kegagalan sistem?
> Ketujuh, pastikan kepatuhan terhadap peraturan dan UU yang dapat
> diterapkan. Pendokumentasian dan pengendalian harus diterapkan sesuai
> dengan undang-undang setempat, provinsi atau nasional yang mengatur
> tentang pendidikan.
> Keamanan juga merupakan pekerjaan yang berkesinambungan, bukan akhir
> dari sebuah perjalanan. Anda harus terus meng-update dokumentasi dan
> sistem anda sesuai dengan perubahan dan kondisi sekolah yang ada.
> Pilihan lainnya adalah berkonsultasi dengan sebuah penyedia solusi
> yang mengkhususkan diri pada layanan keamanan. Pastikan Anda
> berhubungan dengan perusahaan yang etis, serta memiliki reputasi baik
> dan pengetahuan yang luas.