KEAMANAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1
secara umum bertujuan untuk mengetahui praktek keamanan pangan penjual makanan jajanan pada sekolah di wilayah gresik. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini yaitu (1) Mempelajari karakteristik penjual makanan; (2) Mempelajari profil makanan yang dijual di sekolah; (3) Mempelajari pengetahuan gizi dan keamanan pangan serta sikap penjual makanan di sekolah terhadap gizi dan keamanan makanan; (4) Mempelajari praktek keamanan pangan penjual makanan di sekolah (termasuk praktek penggunaan Bahan Tambahan Pangan [BTP]); (5) Menganalisa hubungan antara karakteristik individu, pengetahuan dan sikap terhadap praktek keamanan pangan penjual.
pada bulan Mei hingga Juli 2011. Penentuan contoh dan lokasi dalam penelitian dipilih secara purposive dengan persyaratan sebagai berikut: 1) mempunyai kantin sekolah, 2) komitmen dari pihak sekolah, dan 3) mendapatkan rekomendasi dari kantor Dinas Pendidikan setempat. Dari ketentuan tersebut dipilih empat MAN GRESIK 1 yang terdiri dari dua sekolah terakreditasi A dan dua sekolah di terakreditasi B. Sekolah yang menjadi tempat penelitian berada di kota dan kabupaten gresik
Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara dan pengamatan langsung dengan menggunakan kuesioner. Data primer meliputi karakteristik contoh, profil produk, fasilitas dan peralatan, pengetahuan dan sikap terhadap gizi dan keamanan pangan serta praktek keamanan pangan penjual (higiene penjual, penanganan dan penyimpanan makanan/minuman, sarana dan fasilitas, pengendalian binatang pencemar, sanitasi tempat dan peralatan serta aplikasi penggunaan BTP). Data sekunder meliputi profil sekolah bersangkutan. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif menggunakan microsoft Excell 2003 dan SPSS 11.5 for windows. Hubungan antar variabel dianalisa dengan menggunakan uji korelasi Pearson sedangkan perbedaan antar variabel dianalisa menggunakan uji beda t (Idenpendent sample t-test).
sistem keamanan sekolah :
sistem keamanan sekolah :
> Sudah saatnya sekolah mempunyai sistem pengamanan yang lebih baik,
> beberapa kasus pencurian sarana pendidikan yang sering terjadi di
> sekolah, lebih dikarenakan lemahnya sistem keamanan yang ada. Sistem
> keamanan sekolah yang baik akan mendukung terselenggaranya proses
> pembelajaran dengan aman & nyaman.
> Meskipun banyak sekolah telah memiliki system pengamanan yang dapat
> melindungi asset yang ada, meningkatnya penggunaan teknologi
> informasi dalam pendidikan menimbulkan berbagai titik kelemahan, baik
> eksternal maupun internal. Hal ini berisiko terhadap komunitas
> sekolah sendiri sebagai penyelenggara pendidikan.
> Berikut adalah pendekatan yang dapat dipakai dalam mengidentifikasi
> kelemahan potensial untuk menentukan system pengamanan yang harus
> dilakukan.
> Pertama, definisikan kebijakan keamanan sekolah. Sebuah pengelolaan
> keamanan yang baik dimulai dengan penyusunan Kebijakan Keamanan
> secara tertulis yang menggariskan seluruh persyaratan keamanan untuk
> memenuhi kepatuhan, standar dan tujuan sekolah.
> Kedua, tunjuk penanggung jawab keamanan. Siapa yang memiliki
> informasi di sekolah? adalah penting untuk menunjuk seseorang di
> lingkungan sekolah yang bertanggung jawab kepada tim komite sekolah
> untuk menegakkan dan mempromosikan keamanan di seluruh bagian
> organisasi.
> Ketiga, inventarisasikan aset informasi. Sekolah harus menyusun
> daftar aset informasi yang dimilikinya, termasuk peranti lunak,
> perlengkapan komputer, database, dan file-file, dan mendokumentasikan
> lokasinya, klasifikasi keamanannya dan pemilik internalnya.
> Keempat, seleksi staf kunci. Melindungai diri dari ancaman keamanan
> internal sama pentingnya dengan melindungi diri dari ancaman
> eksternal. Tindakan pencegahan meliputi pengecekan latar belakang
> pekerja yang memiliki akses terhadap data-data penting yang dimiliki
> sekolah.
> Kelima, lindungi aset sekolah secara fisik. Hal ini akan memberikan
> tingkat keamanan yang lebih tinggi karena selalu terjaga selama 24
> jam.
> Keenam, kembangkan rencana kelangsungan bisnis sekolah. Apakah Anda
> dapat pulih dari bencana kebakaran, banjir, virus komputer atau
> kegagalan sistem?
> Ketujuh, pastikan kepatuhan terhadap peraturan dan UU yang dapat
> diterapkan. Pendokumentasian dan pengendalian harus diterapkan sesuai
> dengan undang-undang setempat, provinsi atau nasional yang mengatur
> tentang pendidikan.
> Keamanan juga merupakan pekerjaan yang berkesinambungan, bukan akhir
> dari sebuah perjalanan. Anda harus terus meng-update dokumentasi dan
> sistem anda sesuai dengan perubahan dan kondisi sekolah yang ada.
> Pilihan lainnya adalah berkonsultasi dengan sebuah penyedia solusi
> yang mengkhususkan diri pada layanan keamanan. Pastikan Anda
> berhubungan dengan perusahaan yang etis, serta memiliki reputasi baik
> dan pengetahuan yang luas.
> beberapa kasus pencurian sarana pendidikan yang sering terjadi di
> sekolah, lebih dikarenakan lemahnya sistem keamanan yang ada. Sistem
> keamanan sekolah yang baik akan mendukung terselenggaranya proses
> pembelajaran dengan aman & nyaman.
> Meskipun banyak sekolah telah memiliki system pengamanan yang dapat
> melindungi asset yang ada, meningkatnya penggunaan teknologi
> informasi dalam pendidikan menimbulkan berbagai titik kelemahan, baik
> eksternal maupun internal. Hal ini berisiko terhadap komunitas
> sekolah sendiri sebagai penyelenggara pendidikan.
> Berikut adalah pendekatan yang dapat dipakai dalam mengidentifikasi
> kelemahan potensial untuk menentukan system pengamanan yang harus
> dilakukan.
> Pertama, definisikan kebijakan keamanan sekolah. Sebuah pengelolaan
> keamanan yang baik dimulai dengan penyusunan Kebijakan Keamanan
> secara tertulis yang menggariskan seluruh persyaratan keamanan untuk
> memenuhi kepatuhan, standar dan tujuan sekolah.
> Kedua, tunjuk penanggung jawab keamanan. Siapa yang memiliki
> informasi di sekolah? adalah penting untuk menunjuk seseorang di
> lingkungan sekolah yang bertanggung jawab kepada tim komite sekolah
> untuk menegakkan dan mempromosikan keamanan di seluruh bagian
> organisasi.
> Ketiga, inventarisasikan aset informasi. Sekolah harus menyusun
> daftar aset informasi yang dimilikinya, termasuk peranti lunak,
> perlengkapan komputer, database, dan file-file, dan mendokumentasikan
> lokasinya, klasifikasi keamanannya dan pemilik internalnya.
> Keempat, seleksi staf kunci. Melindungai diri dari ancaman keamanan
> internal sama pentingnya dengan melindungi diri dari ancaman
> eksternal. Tindakan pencegahan meliputi pengecekan latar belakang
> pekerja yang memiliki akses terhadap data-data penting yang dimiliki
> sekolah.
> Kelima, lindungi aset sekolah secara fisik. Hal ini akan memberikan
> tingkat keamanan yang lebih tinggi karena selalu terjaga selama 24
> jam.
> Keenam, kembangkan rencana kelangsungan bisnis sekolah. Apakah Anda
> dapat pulih dari bencana kebakaran, banjir, virus komputer atau
> kegagalan sistem?
> Ketujuh, pastikan kepatuhan terhadap peraturan dan UU yang dapat
> diterapkan. Pendokumentasian dan pengendalian harus diterapkan sesuai
> dengan undang-undang setempat, provinsi atau nasional yang mengatur
> tentang pendidikan.
> Keamanan juga merupakan pekerjaan yang berkesinambungan, bukan akhir
> dari sebuah perjalanan. Anda harus terus meng-update dokumentasi dan
> sistem anda sesuai dengan perubahan dan kondisi sekolah yang ada.
> Pilihan lainnya adalah berkonsultasi dengan sebuah penyedia solusi
> yang mengkhususkan diri pada layanan keamanan. Pastikan Anda
> berhubungan dengan perusahaan yang etis, serta memiliki reputasi baik
> dan pengetahuan yang luas.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar